A.
Penguat
dengan dua transistor dihubungkan langsung
Gambar dibawah
ini menunjukkan dua transistor npn yang digandengkan langsung secara biasa, diamana kolektor
transistor pertama dihubungkan dengan basis transistor kedua. Agar penguat
bekerja dengan baik, yaitu mampu menghasilkan isyarat keluaran yang besar tanpa
cacat, titik-q haruslah ditengah garis beban. Penguat dengan tegangan panjar
seperti ini disebut penguat
kelas-A.
Karena kedua
transistor berhubungan langsung, yaitu tanpa kapasitor penyekat DC, maka
tegangan panjar pada satu transistor akan mempengaruhi tegangan panjar
transistor yang lain. Agar transistor Q2 mendapat tegangan panjar
kelas A, yaitu dengan titik kerja di tengah garis beban , maka VCE(q)
untuk Q2 haruslah sama dengan 10 V, sehingga emitor Q2
mempunyai tegangan 10 V terhadap tanah. Oleh karena RE3 = 1 KΩ, maka
IE(q) untuk transistor Q2 haruslah sama dengan 10 mA. Informasi ini
diperlukan untuk menghitung hie2.
Oleh karena kolektor Q1 berbeda satu VBE diatas emitor Q2
maka tegangan kolektor Q1 haruslah kira-kira 10.6 V. selanjutnya ini berarti
Dan tegangan emitor transistor Q1 haruslah
pada (RE1+RE2)IC1 (q)=0.5 V terhadap
tanah. Kemudian tegangan basis Q1
haruslah pada tegangan VB= VE + VBE =0.5
+0.^%= 1.15 V. nilai tegangan pada basis Q1 dapat juga kita hitung
dari:
Untuk menganalisa perilaku penguat untuk isyarat kecil, maka
dapat dihitung penguat tegangan pada frekuensi tengah.
B.
Tegangan
Panjar Balikan
Suatu variasi rangkaian tegangan pancar untuk penguat dengan dua
transistor yang digandengakan Pada rangkaian tersebut, arus panjar Q1 diambil
dari rangkaian pada emitor Q2. Misalan arus IC2 pada Q2
bertambah besar, tegangan DC pada titik a akan naik. Akibatnya, arus basis
untuk Q1 akan bertambah besar, arus kolektor IC1 pada
transistor Q1 akan bertambah besar dan tegangan DC pada kolektor C1
akan turun. Akibatnya, VBE pada transistor Q2 akan
berkurang, mempengaruhi arus kolektor IC2 pada transistor Q2,
dan tegamgan titik a kan turun. Tampak bahwa dengan tegangan panjar balikan
rangkaian akan menekannya bila karena suatu hal tegangan pada titik a
bertambah. Akibatnya dengan tegangan panjar seperti inidapat kita peroleh titik
kerja yang mantap.
C.
Pelepas
Gandengan
Pada gambar dibawah ini, resistor R3 dan kapasitor CD
dipasang agar pengaruh tegangan isyarat pada transistor Q2 terhadap
VCC karena hambatan dalam VCC tidak masuk kedalam
rangkaian Q1. Apabila hal ini terjadi, maka dapat terjadi osilasi,
yaitu keadaan dimana tanpa isyarat masukan terjadi isyarat keluaran. Osilasi
ini biasa terjadi pada daerah frekuensi amat rendah, sehingga penguat akan
menghasilkan isyarat yang mengeluarkan bunyi sseperti perahu motor. Osilasi
semacam ini disebut osilasi perahu motor.
Kombinasi R3 dan CD dipilih agar mempunyai tetapan waktu
R3 CD yang amat rendah, sehingga tegangan syarat yang
kembali melalui VCC ditekan serendah mungkin. Kapasitor CD disebut kapasitor pelepas gandengan, yaitu melepaskan
gandengan antara satu tahap dengan tahap berikutnya terhadap pengaruh isyarat
pada a`rus dari VCC.
D. Pasangan Darlington
Karena
penguatan tergantung pada harga β , maka memproduksi transistor dengan β yang tinggi banyak
memberi keuntungan. Tetapi untuk maksud tersebut diperlukan lapisan yang sangat
tipis pada daerah basis yang akan mengakibatkan transistor mempunyai tegangan
dadal (breakdown voltage) rendah. Untuk mencapai maksud
tersebut di atas bisa dilakukan dengan menghubungkan dua transistor yang
biasa disebut dengan pasangan Darlington seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Pasangan transistor tersebut terdapat di pasaran dalam paket dengan ujung-ujung kaki E’, B’
dan C’.
Jika kita berasumsi arus masukan i
seperti diperlihatkan pada gambar 14.10 dan menghitung arus yang
mengalir, akan didapat penguatan efektif β=(IC’IB’).
Pasangan Darlington sering juga
digunakan dengan arus emitor yang relative tinggi sehingga β2 relatif
kecil; jika tidak Q1 mempunyai berarus rendah sehingga β1
bisa berharga kecil. Namun demikian dengan mudah kita mendapatkan
Kita mungkin berangan-angan dapat
menghitung re dari arus emitor dari Q2. Namun demikian Q2
dikendalikan dari sumber (Q1) yang memiliki arus yang sangat rendah,
karenanya memiliki hambatan keluaran yang tinggi. Oleh sebab itu harga re
efektif pasangan Darlington diberikan oleh
Namun IE1=IE2/β2
dan juga re1=β2re2, dengan demikian harga re
efektif diberikan oleh
Transistor pasangan Darlington
banyak dimanfaatkan pada rangkaian pengikut emitor tenaga-tinggi, utamanya pada
penguat daya audio.
E.
Hubungan
npn-pnp dan pnp-npn
Suatu bentuk
gandengan langsung antara dua transistor tidak lain penguat gandengan
langsung biasa. Perbedaannya hanya terletak pada
transistor Q2 yaitu transistor pnp. Dioda D1 dan D2
adalah untuk penyedot arus ICO, agar tak menyebrang sambungan basis
kolektor, yang akan menyebabkan titik kerja mudah berubah dengan suhu. Kombinasi pnp-npn seringkali digunakan sebagai satu
transistor, Sifat transistor gabungan ditentukan oleh macam
transistor pertamanya. Misalkan transistor pertama npn, maka kombinasi akan
bersifat sebagai transistor npn pula.
F. Penguat Differensial
Satu bentuk
penguat gandengan langsung yang banyak digunakan dapat dilihat pada gambar 3
yaitu suatu bentuk penguat diferensial.
Penguat ini mempunyai dua masukan dan dua keluaran.
Selisih tegangan isyarat antara kedua keluaran ini sebanding dengan selisih
kedua isyarat pada masukan, jika penguatan tegangan kedua penguat sama. Ini
dapat dijelaskan sebagai berikut:
V01 = A1V1
dan V02 = A2 Vi2.
Jika A1 = A2 = AV01
–V02 = A(Vi1-V12)
Atau
Vod = A Vid
dengan Vod = V01 –
V02 dan Vid = Vi1-V12
Penguatan A juga disebut penguatan diferensial.
Oleh karena itu ada dua masukan dan dua keluaran, penguat diferensial seperti
itu dikatakan mempunyai masukan berujung dua dan keluaran berujung dua. Penguat
diferensial tersebut dikenal dengan nama penguat diferensial masukan berimbang
dan keluaran berimbang.
Marilah kita tinjau perilaku penguat di atas untuk
isyarat masukan diferensial
Vid
= Vi1-V12.
Agar lebih mudah dimengerti Vi2
dibuat tetap besarnya, misalnya sama dengan nol. Rangkaian menjadi seperti
gambar 4a.
Jika Vid
diperbesar, arus IE1 akan diperbesar pula. Akibatnya tegangan titik
A akan naik, VBE(Q2) akan berkurang sehingga IE2 akan
berkurang. Ini berarti iE 1
+ 1E.2
= lE tetap besarnya. Oleh karena VA = iE RE - VEE, tegangan pada titik A tak
dipengaruhi oleh
isyarat diferensial. Dengan kata lain tegangan
pada titik A mempunyai nilai tetap terhadap
isyarat diferensiaL Dapatlah
diartikan bahwa untuk isyarat diferensial, RE tak dilalui
arus isyarat sehingga tidak
muncul pada rangkaian setara isyarat kecil. Untuk isyarat diferensial pada suatu penguat diferensial dengan masukan
berimbang dap keluaran berimbang
rangkaian setara
Dari gambar 4 tampak bahwa hambatan masukan Ri =
2hie dan hambatan
keluaran
Penguatan arus adalah hfe, sehingga
pengaturan tegangan adalah:
Untuk 1/hoe >> Rc maka
KV,
dif adalah penguatan tegangan
untuk isyarat masukan diferensial.
dengan Kv,di adalah penguatan tegangan untuk
isyarat masukan diferensial.
1.
Penguat
diferensial dengan keluaran tunggal.
Seringkali
kolektor salah satu transistor dihubungkan langsung padA Vcc sehingga
berada pada tanah ac. Penguat diferensial semacam ini mempunyai keluaran tunggal dan disebut penguat diferensial dengan keluaran,
tak berimbang.
Rangkaian setara penguat diferensial dengan keluaran tak
berimbang
2. Nisbah Penolakan Modus Bersama.
Misalkan kedua masukan penguat diferensial dengan masukan berimbang dan keluaran tak
berimbang (keluaran tunggal) kita
hubungkan satu dengan yang lainnya, dan dihubungkan dengan suatu cumber isyarat-isyarat yang bersama dihubungkan dengan kedua masukan
penguat diferensial disebut isyarat
modus bersama (common mode). Berapa besar tegangan isyarat keluaran
untuk masukan modus bersama seperti itu? Jika penguatan tegangan Q2 sama dengan penguatan Q1 yaitu A, maka tegangan isyarat keluaran ialah
V0 = A (V1-V2)
Penguatan tegangan untuk isyarat modus bersama disebut penguatan modus bersama (ACM). Secara ideal jelaslah penguatan modus bersama harus sama dengan nol (Ac,yr = 0). Dalam praktek ACM ≠ 0, tetapi bernilai
lebih kecil dari penguatan
diferensial.
Sehubungan dengan perilaku penguat diferensial terhadap isyarat
modus bersama, prang
mendefinisikan suatu besaran yang disebut nisbah penolakan modus bersama (Common Mode Rejection Ratio-CMRR), yang menyatakan bagaimana penguat menolak isyarat modus bersama. CMRR didefinisikan
sebagai nisbah penguatan diferensial terhadap penguat modus bersama atau CMRR.
Nisbah modus
bersama (CMRR) seringkali dinyatakan dalam dB, yaitu
CMRR (dB)
= 20 log A d if - 20 log A cm
CMRR (dB)
= Adif (dB) -ACM (dB).
Nilai CMRR
= 100 dB termasuk tinggi. Tak mullah dibuat
penguat diferensial dengan CMRR sebesar ini. CMRR = 120 dB hanya dapat
dicapai pads penguat diferensial
hibrid, dimana komponen-komponen untuk penguat diferensial dibuat agar
mempunyai nilai yang sedekat mungkin. CMRR
setinggi ini Bering diperlukan
pada panguat instrumentasi.
Agar
lebih jelas, misalkan kita mempunyai penguat diferensial dengan CMRR = -100 dB, dan Adif = 100 = 40 dB, kits peroleh ACM = -60 dB = 10-3. Jadi andaikan ada isyarat modus bersama dengan tegangan 10 V, misalnya oleh sebab dengung dari listrik PLN, maka pada keluarannya,
akan ada tegangan isyarat (10 V) (10-3) = 10 mV.
Untuk membahas penguatan modus bersama digunakan penguat
diferensial dengan isyarat modus bersama. Perlu kita
perhatikan bahwa untuk isyarat modus bersama,
titik pertemuan emitor kedua transistor tidak lagi berperilaku sebagai tanah ac.
Rangkaian
setara untuk isyarat modus bersama ditunjukkan pada gambar 10.20
Gambar 3.7. (a) penguat diferensial dengan isyarat modus
bersama; (b) Rangkaian setara penguat (a)
3.Penguat
Gandengan Emitor.
Suatu modifikasi terhadap penguat diferensial adalah seperti dilukiskan pada gambar 10.22.
Penguat semacam ini disebut penguat gandengan emitor
(Emitter Coupled Amplifier). Penguat ini juga dikenal sebagai penguat
diferensial dengan masukan tak
berimbang dan keluaran tak
berimbang. Penguat gandengan Or
emitor ini mempunyai tanggapan
frekuensi amplitudo yang lebar.
Ini disebabkan karena penguat ini dapat dipandang sebagai suatu pengikut emitor Q1
yang dihubungkan dengan penguat basis ditampilkan Qz.
Penguat pengikut
enutor Q1 mempunyai penguatan tegangan sebesar 0,5 bila kedua transistor yang digunakan identik, tak berpengaruh
terhadap kapasitansi Cil. Selanjutnya
penguat Q2 membentuk penguat basis ditanahkan dengan frekuensi potong atas yang tinggi. Berdasarkan sifat inilah,
penguat gandengan emitor digunakan-untuk
penguat daerah frekuensi radio
G. Penguat kaskoda
Suatu
bentuk penguat gandengan langsung yang dikenal sebagai penguat kaskoda Penguat kaskoda sering digunakan sebagai penguat RF (radio frequency) untuk
memperkuat isyarat yang
diterima oleh pesawat radio, televisi, ataupun aiat komunikasi radio yang lain.
Penguat kaskoda memiliki tanggapan amplituda yang amat lebar. Ini dapat dicapai karena penguat kaskoda
tak lain adalah suatu penguat
emitor ditanahkan dengan
penguatan tegangan satu, dihubungkan dengan penguat basis ditanahkan.
01eh karena Qr mempunyai penguatan rendah maka efek Miller tak terlalu berpengaruh terhadap kapasitansi masukan Ql . Selanjutnya penguat Q2
adalah penguat basis ditanahkan yang mempunyai hambatan masukan rendah, sehingga frekuensi potong atas mempunyai
nilai tinggi Pada penguat frekuensi radio
orang banyak menggunakan kaskoda FLY,
seperti pada gambar 3.1010.26.
Persarnaan (10.3)
adalah persamaan garis
beban yang
memberikan nilai
Vos( Q ~ untuk transistor Ql dan
Q2.
Casino near Rohnert Park, New Jersey - MapYRO
BalasHapusView 서산 출장안마 real-time reviews 이천 출장샵 of casinos 경산 출장안마 and other gambling facilities near Rohnert Park, New Jersey. Realtime driving directions 바카라 사이트 목록 to 여주 출장마사지 the following casinos